Romo Benny Kritik Kinerja Menteri yang Bereaksi Emosional

Metrotvnews.com, Jakarta: Rohaniawan Antonius Benny Susetyo atau akrab disapa Romo Benny mengkritik kinerja menteri Kabinet Kerja. Romo Benny menilai, beberapa menteri di kabinet kerja kerap kali reaksional terhadap beberapa persoalan.

Ia mengambil contoh ketika Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri atau Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan sering bereaksi emosional jika ada persoalan menyangkut kinerja di kementerian.

"Sekarang, marah-marah jadi kerjaan. Tidak ada gagasan besar, hanya reaksionil dan berlomba-lomba bawa media. Menteri jadinya berakrobat," ujarnya dalam diskusi Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2015).

Menurutnya, persoalan mendasar yang dimiliki para menteri adalah masalah kepemimpinan. Kebanyakan dari mereka menurut Romo Benny hanya bertindak sebagai 'dealer' yang mengedepankan produk kerja saja. Padahal, lanjutnya, antar menteri bisa membentuk tim kerja dan tak perlu bekerja sendiri-sendiri.

"Kebanyakan lebih orientasi pada pemasaran. Tidak melihat investasi dan menguak persoalannya. Para menteri tak perlu kerja sendiri-sendiri, tapi teamwork. Ini yang belum ada," katanya.

Profil dan Biografi Hanif Dhakiri, Menteri Tenaga Kerja jokowi

Profil dan Biografi Hanif Dhakiri, Menteri Tenaga Kerja jokowi

 
Foto Hanif Dhakiri

Profil
Muhammad Hanif Dhakiri adalah seorang aktivis - politisi muda sekaligus sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang mengabdi untuk partai tersebut sejak tahun 1998. Pada April 2005, Hanif yang pernah menjabat sebagai konsultan partai sekaligus trainer dan fasilitator dalam berbagai kegiatan politik PKB ini resmi menduduki jabatan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) untuk periode 2005-2010 disamping menjabat sebagai anggota Lembaga Pendidikan dan Pelatihan tingkat pusat DPP PKB.

Dikenal sebagai pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemasyarakatan, pada tahun 2006, Hanif yang juga pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini pun dipercaya untuk memegang jabatan Wakil Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa) Periode 2006-2011, sebuah organisasi sayap pemuda PKB.

Karir politik Hanif berawal ketika ia bergabung sebagai aktivis gerakan mahasiswa, di mana ia kemudian menjadi aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat. Pengalaman yang ia dapatkan pada akhirnya mengantarkannya menjadi konsultan independen untuk masalah social dan politik. Diantara berbagai lembaga swadaya masyarakat dan organisasi yang telah menjadi rekan kerja Hanif adalah Friedrich Naumann Stiftung (FNS), International Republican Institute (IRI), National Democratic Institute (NDI), Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI).

Hanif yang pernah menjalankan studi pendidikan S-2nya di Universitas Indonesia ini juga telah menulis beberapa buku dan artikel, di antaranya: Menggagas Fiqh Perburuhan (1999), Paulo Freire, Islam dan Pembebasan (2000), Post-tradisionalisme Islam (2000), Politik Melayani Basis (2001), Menjadi Politisi Manajer (2001), Kiai Kampung dan Demokrasi Lokal (2007), Mengapa Memilih PKB? (2008).

Riset dan analisis: Fidelia Fitri
KARIR
  • Anggota DPR RI (2009)
  • Staf Khusus Menakertrans (2006)
Copyright 2011. All rights reserved.
artist photos